Calon Ikon Wisata Kecamatan Pecalungan

Halo Maret dan tiba-tiba sudah diakhir Maret pula, ditahun 2017 juga ternyata. Sudah lama juga ternyata berangkaaat tak posting, hehe… Mungkin karena para personilnya sudah sibuk semua ya, jadi tak sempat lagi untuk membagi ceritanya disini. Okelah mumpung masih lumayan anget nih.

Sebenarnya ini berawal dari perjalanan saya dengan “partner” saya untuk membeli batagor yang akhirnya kami putuskan juga untuk sekalian pergi ke Curug Gombong, karena memang searah juga. Karena tak terencanakan sebelumnya, alhasil saya tak membawa kamera dan peralatan lainnya kecuali handphone. Berhubung tujuan utamanya ini untuk membeli batagor jadi kami pergi ke dekat Pasar Subah yang terletak di Jalan Raya Pantura terlebih dahulu untuk membeli batagor. Setelah sekitar 45 menit perjalanan akhirnya sampailah kami di warung batagor dan kami pun turun dari motor, tak lama kemudian  ada ibu-ibu paruh baya yang memang sedari tadi terlihat duduk didepan warung tersebut bertanya kepada kami “Mau tumbas batagor? Bukak e jam 3” Waduh… gumamku, saat melihat jam ternyata masih jam setengah 2 siang. Padahal dulu waktu beli sebelumnya jam segitu sudah buka. Akan terasa lama kalau ditunggu sampai buka. Akhirnya kita putuskan untuk pergi ke Curug Gombong saja. Setelah permisi dengan ibu-ibu tadi saya pun langsung tancap gas menuju ke curug. Agak kesal sih sebenarnya karena memang perjalanan yang lumayan jauh. Tapi tak apalah karena saat melewati Pasar Subah saya tak sengaja melihat Es Cincau dan tergiur untuk membelinya. Karena memang cuacanya pas sedang panas-panasnya. “Cocoook” ucapku, buat bekal ke curug nih, hehe… Selesai membeli Es Cincau kami lanjutkan perjalanan menuju ke curug.

bangunan loket masuk

dua bangunan yang belum difungsikan

Curug Gombong sendiri terletak di Desa Gombong, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dulu pertama kali ke Curug Gombong sekitar 11 tahun yang lalu ketika saya SMP curug ini masih masuk wilayah Kecamatan Subah sebelum akhirnya ada pemekaran daerah dan menjadi sebuah Kecamatan sendiri. Menurut cerita yang berkembang dari masyarakat sekitar tepat dibawah curug tersebut terdapat lubang besar yang bisa menghisap apa saja yang ada disekitarnya. Curug yang memiliki ketinggian sekitar 15 meter ini juga memiliki keunikan yaitu bebatuan yang berlapis-lapis seperti lempeng. Akses menuju lokasi ke Curug Gombong ini sangat mudah karena tepat dipinggir Jalan Raya Pecalungan-Subah sudah ada gapura besar yang bertuliskan selamat datang diobyek wisata Curug Gombong. Karena akses yang terbilang mudah menuju kelokasi bisa menggunakan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat. Kami sempat kebingungan saat menemui persimpangan dan karena tidak ada petunjuk arah menuju ke curug. Akhirnya kami pun menggunakan GPS (Gunakan Penduduk Setempat). Setelah diberitahu arah menuju curug kami pun langsung menuju lokasinya. Sebelum sampai ke lokasi curug kita melewati perkampungan dan sawah-sawah milik penduduk. Hamparan sawah yang luas terlihat dikanan kiri jalan menuju curug. Terlihat pula para petani yang nampak sibuk menggarap sawahnya. Akhirnya kami pun sampai dan melewati gapura selamat datang yang tergabung menjadi satu dengan loket sekaligus. Nampak bangunan yang masih terlihat baru dan belum ada petugas yang menunggui diloket tersebut. Setelah masuk melewati tempat parkir yang masih kosong kami pun mengikuti jalan beraspal yang masih baru hingga sampai diujung untuk memarkirkan motor. Selesai memarkirkan motor kami berjalan menuruni anak tangga yang terbilang belum lama dibangun. Karena dulu pertama kali kesini belum ada bangunan anak tangga kecuali gundukan tanah dan bebatuan yang dibentuk menjadi anak tangga.

pohon besar

aliran sungai nampak dari atas

Derau guyuran curug semakin terdengar keras seiring kami melangkah menuruni anak tangga. Sampai akhirnya curugnya pun terlihat. Berhubung kami tidak turun untuk lebih dekat ke curug dikarenakan licin, kami pun hanya menikmati sambil duduk dipinggiran anak tangga sembari meminum Es Cincau yang kami beli di pasar. Tak berselang lama saat kami sedang menikmati keindahan Curug Gombong sembari sesekali memotret menggunakan kamera handphone terlihat satu rombongan yang datang menuruni anak tangga ke arah curug. Mereka berjalan sampai keujung menuruni anak tangga sampai turun ke pinggiran aliran sungai. Terlihat mereka begitu menikmati pemandangan dan suasana dicurug saat mereka nampak mengabadikannya dengan berfoto-foto dan bahkan merekamnya menjadi video.

curug nampak dari kejauhan

Tak berselang lama rombongan tadi pun nampak mulai berkemas dan berjalan menaiki anak tangga untuk pulang. Kami pun memutuskan juga untuk pulang karena waktu sudah sore, berhubung perjalanan yang kami lalui masih lumayan jauh pula. Satu persatu anak tangga kami lewati dan sesekali berhenti untuk minum. Saat kami berhenti untuk minum, rombongan yang tadi pun berjalan satu persatu mendahului kami, disitulah obrolan kecil tentang curug gombong dimulai saat salah satu Bapak-bapak dari rombongan tadi bercerita tentang Curug Gombong yang katanya akan dijadikan sebagai ikon wisata di Kecamatan Pecalungan. Bercerita soal pembangunan-pembangunan fasilitas yang sekarang sudah dibangun dan katanya masih akan ada pembangunan fasilitas lagi agar para pengunjung dari daerah sendiri dan bahkan pengunjung dari luar daerah akan merasa nyaman dengan fasilitas yang ada di Curug Gombong. Karena ternyata beliau ini merupakan salah satu orang yang mengelola di tempat wisata tersebut dan saat ini sedang mengantarkan tamu ke Curug Gombong.

curug nampak tertutup sebagian

Sampailah akhirnya kami diujung anak tangga yang sedari tadi kami naiki. Obrolan pun berlahan berakhir ketika beliau beserta tamu rombongannya bergegas untuk pulang. Setelah selesai mengambil beberapa gambar menggunakan kamera handphone kami pun memutuskan untuk pulang. Semoga nanti kalau kesini lagi semua fasilitasnya sudah berfungsi ya, oh ya… bapak tadi sempat bilang katanya mau dibangun villa juga di Curug Gombong, entah sungguhan atau hanya bercanda yang penting tetap jaga lingkungan dan jangan buang sampah sembarangan yak. Hehe…

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Legenda Pariwisata Jawa Tengah 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata dan Jawa Tengah”.

Advertisements

2 thoughts on “Calon Ikon Wisata Kecamatan Pecalungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s