Bercanda Bersama Ibu-Ibu Pemetik Teh

Cerita perjalanan ini bisa dibilang merupakan kelanjutan dari perjalanan menikmati keindahan yang tersembunyi di Gerlang. Sebab setelah saya tancap gas dari Gerlang untuk pulang kerumah saat melintasi jalan beton di Perkebunan Teh Ngliyer (PT. Pagilaran) terlihat dari jauh banyak ibu-ibu yang duduk dipinggiran jalan.

Para Ibu Pemetik Teh yang telah selesai memetik

Para Pemetik Teh yang telah selesai memetik

Setelah mendekat dan turun dari motor ternyata itu ibu-ibu yang sedang beristirahat setelah selesai memetik daun teh. Meski terlihat juga masih ada sebagian ibu-ibu yang masih semangat untuk memetik daun teh. Sudah sering saya menjumpai ibu-ibu pemetik teh ketika melewati jalan di Perkebunan Teh Ngliyer ini. Para ibu-ibu pemetik teh masih terlihat seperti sebelumnya, yaitu selalu ramah dan suka bercanda. Contohnya saat saya sedang memotret ibu-ibu yang sedang beristirahat dipinggir jalan tiba-tiba salah seorang ibu-ibu yang sedang memetik teh itu berucap “Kene wae mas sing difoto, ning kono ora ayu-ayu”. Saya dan ibu-ibu lainnya pun tertawa mendengar celotehan ibu tersebut. Hal lainnya saat ada muda-mudi yang berboncengan melintas biasanya para ibu-ibu tersebut akan bercanda dengan berceloteh kepada setiap muda-mudi yang melintas.

Para Ibu Pemetik Tehh

Para Ibu Pemetik Tehh

Para Ibu Pemetik Teh Yang Sedang Beristirahat

Para Pemetik Teh Yang Sedang Beristirahat

Menghisap lintingan tembakau

Menghisap lintingan tembakau

Selain ibu-ibu pemetik teh juga ada beberapa bapak-bapak yang bertugas memasukkan daun teh yang sudah dipetik kedalam karung dan memasukkannya kedalam bak truk. Sesekali bapak-bapaknya pun ikut bercanda dan membuat orang-orang yang berada disitu tertawa. Setelah selesai mengabadikan momen-momen serta berbincang dan tertawa-tawa saya pun berpamitan unutk melanjutkan perjalanan pulang.

Yang satu malu-malu

Yang satu malu-malu

Memasukkan karung berisikan teh kedalam bak truk

Memasukkan karung berisikan teh kedalam bak truk

Semoga bisa kembali bersua dengan kalian lagi Pak, Buk pemetik teh. Salam lestari dan selalu jaga kebersihan. Karena bersih pangkal sehat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s